Senin 24-November-2014     User   Password       follow us on:    
http://www.bandung.go.id?t_news_id=48 http://bappeda-bandung.go.id?t_news_id=48 http://www.boss.or.id?t_news_id=48 http://bappeda-bandung.go.id/musrenbang?t_news_id=48 http://birms.bandung.go.id?t_news_id=48
http://pnpmmpkotabandung.org?t_news_id=48 http://jdihbagianhukum.bandung.go.id?t_news_id=48 http://tnp2k.go.id?t_news_id=48 http://www.kpk.go.id/?t_news_id=48
   

02-Agustus-2013 03:00:51

AHMAD YANI (GM) - Meski pencairan dana hibah Tunjangan Daerah (Tunda) bagi guru honorer masih belum jelas, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung berjanji akan memberikannya dalam waktu dekat. Salah satu kendala pencairannya, yaitu terkait jumlah guru honorer yang berhak menerima. 

Seperti yang telah ditegaskan sebelumnya, Forum Komunikasi Guru Honorer Kota Bandung, akhirnya melakukan demo di Disdik Kota Bandung. Ratusan anggota FKGH memulai demo sekitar pukul 10.00 WIB. 

Mereka menuntut agar Tunda segera dicairkan. Akhirnya perwakilan FKGH bertemu dengan pejabat Disdik Kota Bandung sekitar pukul 11.00 WIB. 

Dalam pertemuan tersebut terungkap, dalam data penerima yang dimiliki Disdik Kota Bandung tercatat sebanyak 17.250 orang guru honorer. Sedangkan dana yang ada untuk dibagikan sebesar Rp 62,1 miliar atau Rp 300.000 per bulan per guru. 

Tetapi dalam data FKGH terdapat 19.677 orang guru honorer yang berhak menerima Tunda. Akhirnya muncul kesepakatan, FKGH bersedia menerima jumlah Tunda sebesar Rp 262.000 untuk 19.677 guru. 

"Karena jumlah data kesepakatan lebih besar, maka akan ada kesepakatan dulu dan kedua pihak setuju untuk tidak menambah anggaran, namun akan menambah jumlah data penerima, yaitu yang disetujui menjadi 19.677," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Dadang Supriatna di sela-sela rapat, Kamis (1/8).

Menurutnya, dana Tunda tidak ada di Disdik Kota Bandung. Dana tersebut berada di kas daerah dan yang berwenang menyalurkan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

"Dana hibah masih ada di kas daerah belum dicairkan. Kewajiban Disdik hanya menyuplai data yang diterima dan membuat berita cara hasil kesepakatan saat ini dan mungkin surat dari kita akan sampai besok (hari ini) di BPKAD dan diharapkan akan di proses dengan cepat," ujar Dadang.

Sedikit lega

Sementara Ketua FKGH, Yayan Herdian mengaku sedikit lega karena mendapat respons cepat dari Kadisdik dan berharap agar tersebut bisa cair secepatnya.

"Walaupun belum sepenuhnya meneriman tetapi ada kemajuan, karena tadinya hanya janji-janji. Tapi sekarang respons Kadisdik yang cepat, kami berharap tinggal menunggu kesediaan dari BPKAD untuk bekerja dengan cepat juga. Sehingga kami bisa mendapatkan uang tersebut sebelum Lebaran," ujarnya.

Yayan berharap para guru honorer bisa menerima dana hibah tersebut sebelum Senin (5/8). Pihaknya juga tidak terlalu mempermasalahkan pengurangan jumlah dana yang akan diterima per bulan untuk 12 kali setahun menjadi Rp 262.000 per orang.

"Kalo Disdik Kota Bandung dan BPKAD bisa bekerja dengan cepat, mungkin dana bisa mulai disalurkan pada 5 Agustus. Sehingga besoknya dana tersebut sudah ada di tangan para guru honorer. Kami ikhlas meskipun dana yang akan diterima berkurang menjadi Rp 262.000 dari sebelumnya Rp 300.000 karena ada penambahan jumlah penerima" ujarnya.

Rencananya dana hibah guru honorer yang sejumlah Rp 62,1 miliar tersebut akan disalurkan BPKAD melalui rekening Bank Jabar Banten (BJB) lalu disalurkan kepada 1.400 perwakilan komite dan yayasan. Selanjutnya dana kembali disalurkan kepada 19.677 orang guru honorer.
(B.98/ade.job)**

   
2012, Tim RW-Net Kota Bandung